Jumat, 16 September 2011

Dampak Negatif dari Mesin Pencari Google


Mesin Pencari terbesar jagad Maya saat ini (mudah-mudahan kedepannya tergantikan oleh Bing atau SE Lain ^^ ). Ternyata ada sisi gelap atau dampak negatif dari pekerjaan pencarian kata kunci dari Google ini. Ternyata Search Engine Google telah menghabiskan milyaran Ton Batubara, Minyak, jutaan Watt listrik dan berkilo-kilo Uranium.. Wew.. Akibatnya??? jutaan TON Co2 meracuni bumi ini akibat kegiatan Google untuk menampilkan data hasil pencarian bagi kita…. Cape Deh.

Adalah hasil penelitian dari fisikawan Alex Wissner-Gross (Harvard University) yang menemukan bahwa  rata-rata pencarian Google pada komputer desktop menghasilkan sekitar 7g CO2, jadi jika 2 komputer PC melakukan pencarian di google, maka Co2 yang di hasilkan sama dengan CO2 yang dihasilkan saat kita merebus air hingga mendidik.. Wiwwww. Perhitungan ini mengacu pada penggunaan Listrik saat pencarian tersebut di lakukan dengan asumsi bahwa energi listrik tersebut dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak dan batubara.

Kok bisa gitu? Hal ini disebabkan saat kita melakukan pencarian di google, maka Google akan langsung mengakses seluruh server database nya di seluruh muka bumi untuk mencari kata kunci yang relevan dengan yang di cari. Bank memori di server-server tersebut  tentunya menyerap banyak energi listrik karena mereka diakses dengan kecepatan tinggi. Selain itu, tentu saja ruang Server tersebut juga mesti di pasang AC berkekuatan besar agar Server tidak kepanasan… anda tahu sendirikan segimana besarnya Energi Listrik yang di sedot oleh AC berdaya 1PK?

Dr Wissner-Gross berpendapat bahwa 7g emisi karbon per pencarian hanya berasal dari listrik yang digunakan oleh terminal komputer – atau smartphone – dan daya listrik yang dikonsumsi oleh server database dioperasikan oleh Google di seluruh dunia. Perhitungan ini  belum termasuk jumlah besar listrik yang disedot oleh semua konverter media, penguat, switch dan router yang terhubung ke internet untuk setiap beberapa kilometer – dan perangkat-perangkat lainnya. Pengguna smartphone harus ingat bahwa, meskipun smartphone mereka menggunakan daya listrik jauh lebih kecil dari PC desktop, namun stasiun pemancar sinar operator, yang menghubungkan mereka ke web, menyedot listrik yang tidak bisa dipandang remeh.

Wah..boros energi listrik sama dengan bertentangan dengan program pemerintah saat ini yang menganjurkan kita untuk Hemat Energi Listrik. Solusinya adalah kita mengurangi pencarian di Google. Ternyata, hanya dengan mengurangi setengah dari pencarian di Google, sama dengan menghemat energi listrik yang dibutuhkan untuk mendidihkan 2,5 miliar liter air – setiap hari!

Tidak ada komentar: