Selasa, 10 Agustus 2010

Kitab Suci Al Quran Mau Di Bakar


Rencana membakar kitab suci Alquran, memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September, menuai reaksi keras di Tanah Air. Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) mengecam rencana tersebut.

“Kampanye dan provokasi rencana pembakaran Alquran oleh kelompok Dove World Outreach Center yang dipelopori pastor Terry dan Sylvia Jones, merupakan tindakan yang sangat melukai hati dan perasaan umat beragama di seluruh dunia,” demikian diungkapkan GMII dalam pernyataan resminya kepada okezone, Kamis (5/8/2010).

Menurut GMII, rencana tersebut merupakan tindakan menjijikan. Organisasi pemuda yang bermarkas di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, itu menyebut kampanye itu merupakan pelecehan terhadap umat Islam, pelanggaran terhadap kebebasan beragama, dan pelanggaran terhadap deklarasi Internasional tentang hak asasi manusia yang dilindungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

GMII meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan pernyataan resmi berisi kecaman serta protes kepada Pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri juga meminta melakukan langkah-langkah diplomatik untuk mencegah rencana kelompok Dove World Outreach Center tersebut.

Di samping itu, GMII juga meminta seluruh umat beragama di Indonesia untuk tenang dan tidak terprovokasi oleh rencana ini.

“Mengimbau kepada seluruh umat beragama di Indonesia untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh gerakan pastor Terry dan Sylvia Jones tersebut,” pinta GMII.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) menyatakan keprihatinan dan sikap tidak setuju atas kampanye Hari Pembakaran Alquran Sedunia yang akan dilakukan kelompok Dove World Outreach Center di Florida, AS.

Pihak Kedubes AS akan segera menghubungi pemerintahan Washington untuk menyampaikan pernyataan sikap masyarakat Indonesia.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan Kepala Bagian Politik Kedutaan Besar Amerika Serikat, Ted Lyng dalam pertemuan dengan empat orang tokoh dari Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) di Kedubes AS, Jakarta.

"Kami sangat prihatin atas adanya kampanye tersebut. Warga Amerika Serikat dan seluruh umat beragama tidak setuju dengan inisiatif dari kelompok tersebut. Kami sangat berterima kasih atas 'Surat Pernyataan Bersama' dan komunikasi yang baik dari para pemimpin agama di Indonesia dalam menyikapi masalah ini," ujar Ted seperti dikutip dalam keternagan Pers GPP, Senin (9/8/2010).

Koordinator GPP, Damien Dematra dalam pertemuan tersebut mendesak Kedubes AS menindaklanjuti untuk memperikan pernytaan resmi dari Pemerintah AS.

"Kami mendesak Kedubes AS agar menindaklanjuti masalah ini. Mereka berjanji agar secepatnya menghubungi Washington untuk menyampaikan pernyataan sikap masyarakat Indonesia. Pekan depan kami merencanakan pertemuan lagi dengan pihak Kedubes. Sebagai langkah awal, kami menunggu pernyataan sikap resmi dari Pemerintah AS," tambahnya.

Senada dengan Demian, Ketua Komisi Wali Gereja Indonesia, Mandagi mengimbau umat Muslim dan Kristiani jangan terpancing perbuatan Dove World Outreach Center pimpinan Pastor Senior Terry dan Sylvia Jones.

Ulah kelompok Dove World Outreach Center adalah perbuatan seoarang kafir. Sebab, membakar kitab suci tersebut tidak sejalan dengan ajaran Kristen yang mengajarkan cinta kasih.

"Perbutan mereka adalah tindakan orang kafir. Imbauan kepada umat Muslim dan Kristen jangan terjebak dalam kekerasan. Jika kita sikut-sikutan, kita akan terjebak dengan perangkap mereka," katanya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Ketua Komisi Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Hendrik, Ketua Komisi Wali Gereja Indonesia Uskup Mandagai, dan Koordinator GPP Demian menemui pihak Kedutaan Besar AS untuk menyatakan sikap dan kekhawatiran atas rencana pembakaran Alquran pada hari peringatan 9 tahun tragedi WTC.

Tidak ada komentar: